Eksaminasi hukum forex

You can download the paper by clicking the button eksaminasi hukum forex. Enter the email address you signed up with and we’ll email you a reset link.

We’ve picked up some unusual traffic from your network and have temporarily blocked access from your IP address. ANALISIS ISI PEMBERITAAN EKSEKUSI MATI MARY JANE FIESTA VELOSO DI TEMPO. JURNAL KAJIAN TERHADAP PENUNDAAN EKSEKUSI MATI TERPIDANA NARKOTIKA DI INDONESIA. David Cohen Widati Wulandari, SH, L.

Desain Cover: Aditya Megantara Tata Letak: Aditya Megantara dan Angga Miga Pramono Foto: LBH Jakarta Dok. KATA PENGANTAR Putusan hukuman mati terhadap Mary Jane, buruh migran perempuan asal Filipina memberikan dampak yang pelik bagi Indonesia. Bagaimana tidak, ratusan buruh migran Indonesia di luar negeri terjerat kasus dengan ancaman hukuman mati dan Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan diplomasi agar hukuman mati tersebut batal dilaksanakan atau dicabut. Eksaminasi publik ini diharapkan dapat memberikan pandangan lain dari para pakar hukum mengenai proses hukum dan putusan Mary Jane. Akhirnya putusan eksaminasi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Mahkamah Agung untuk melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap kasus Mary Jane secara khusus dan kasus-kasus dengan ancaman hukuman mati lainnya. Bab II Problem Struktural Buruh Migran A. Carut Marut Pengelolaan Migrasi Indonesia C.

Pola Kasus Narkotika dan Perdagangan Manusia D. Pengadilan Negeri Sleman pada 11 Oktober 2010. MJ dan Christine berangkat ke Kuala Lumpur dari Filipina untuk mencari pekerjaan. Setibanya di Kuala Lumpur, keduanya menginap di Sun Inn Langoon. Prince Fatu menelpon Christine dan menjelaskan bahwa seseorang berinisial I. Sebelum dicarikan pekerjaan, MJ akan diberangkatkan ke Yogyakarta terlebih dahulu untuk liburan dan akan ditemani oleh Prince Fatu. MJ dan Christine pada hari itu juga.

Narkoba Kepolisian DIY dan terungkaplah proses perjalanan MJ hingga di Yogyakarta. Dilakukan pemeriksaan Laboratoris 26 April 2010 Kriminalistik yang menguatkan bahwa serbuk coklat tersebut adalah Heroina. 11 Oktober 2010 Dijatuhkan Putusan No. SLMN yang menghukum MJ dengan pidana mati 23 Desember Dijatuhkan Putusan No.

PTY yang menolak permohonan banding Penasihat Hukum MJ 2010 Dijatuhkan Putusan No. Informasi Perkara Susunan Majelis Hakim: 1. Menetapkan supaya Terdakwa dibebani biaya perkara sebesar Rp. Nota Pembelaan: Terdiri dari nota pembelaan Penasihat Hukum dan Mary Jane sendiri, dibacakan pada 4 Oktober 2010, pada intinya mohon agar Terdakwa tetap dinyatakan bersalah namun mohon dijatuhi hukuman yang seringan-ringannya dengan alasan Terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga Unsur: 1.

Selain itu, Mary Jane juga tidak dapat membuktikan kebenaran mengenai ketidaktahuannya tersebut di persidangan sehingga bantahan Mary Jane tersebut saja secara hukum tidak dapat dijadikan alasan untuk melepaskan dirinya dari tanggungjawab pidana, justru Majelis Hakim menganggap bantahan yang dilakukannya dapat dijadikan hal yang memberatkan bagi dirinya, oleh karenanya Majelis Hakim beranggapan secara hukum keterangan Mary Jane tersebut harus dikesampingkan. Belum pernah dihukum Menurut Majelis Hakim, alasan ini sifatnya relatif dan tidak selamanya dapat dijadikan hal yang meringankan, dengan kata lain harus dilihat case by case, in casu perbuatan Mary Jane adalah menyangkut transaksi Narkotika golongan I jenis heroin berskala Internasional yang jumlahnya cukup besar yang dapat merusak ribuan generasi muda bangsa Indonesia. Bersikap sopan selama persidangan Menurut Majelis Hakim, hal tersebut merupakan kewajiban bagi seluruh terdakwa yang diperiksa di persidangan. Majelis Hakim juga merujuk pada pertimbangan belum pernah dihukum sebelumnya untuk menolak alasan meringankan ini. Mary Jane adalah tulang punggung keluarga Tentang alasan ini, Majelis Hakim menganggap sifatnya relatif sebab jika Mary Jane mempunyai anak-anak maka anak-anaknya dapat saja diurus oleh suaminya atau keluarganya yang lain, dan kembali merujuk kepada pertimbangan dalam menolak alasan belum pernah dihukum untuk menolak alasan meringankan ini.